Loris Baz Sesalkan Tak Bisa Kendarai Motor yang Lebih Baik di MotoGP

SALLANCHES – Setelah malang melintang selama tiga tahun di ajang MotoGP sejak tahun 2015, Loris Baz pada akhirnya harus tersingkir dari ajang balap motor paling bergengsi di dunia itu. Pasalnya, Reale Avintia Ducati, tim Baz di 2017, memutuskan untuk mengakhiri kerja samanya dengan pembalap asal Prancis itu. Avintia menilai bahwa waktu dua tahun yang telah mereka berikan kepada Baz, tak mampu dimanfaatkan dengan baik lantaran sang pembalap kerap mendapat hasil buruk. Pada 2016, Baz menyudahi musim di posisi ke-20 klasemen akhir pembalap, sedangkan pada 2017 finis di tempat ke-18.
 Didepak dari Avintia, Baz pun akan kembali berlaga di ajang Superbike. Pembalap 24 tahun itu telah menandatangani kontrak dengan Tim Althea Racing untuk musim 2018. Kendati demikian, Baz menjelaskan bahwa ia memiliki rasa tidak puas selama berlaga di ajang MotoGP. Mantan pembalap Tim Kawasaki itu menerangkan bahwa dirinya tak memiliki kesempatan untuk menjajal motor dengan spesifikasi lebih baik. Baz menyoroti performanya di 2017, yang mana dirinya menggunakan motor balap Ducati 2015. Tertinggal dua tahun dari motor para pembalap lainnya, Baz menganggap hal itu sebagai sebuah kewajaran apabila dirinya tak bisa tampil maksimal. Ducati sebenarnya menawarkan kepada Avintia untuk menggunakan motor balap Desmosedici GP17 di musim mendatang apabila Baz tetap bertahan di tim. Namun, manajemen Avintia sudah memutuskan untuk tetap mendepak Baz dari tim mereka. 
“Tidak memiliki musim dengan motor papan atas adalah penyesalan terbesar saya. Motor yang satu ini, GP15, merupakan motor yang dua tahun lebih lama dan telah memiliki masalahnya dua tahun lalu,” ucap Baz, menukil dari Motorsport, Senin (25/12/2017). “Saya tidak memenangkan balapan dua tahun lalu, dan berjuang keras untuk bisa berada di podium di antara para pembalap papan atas. Ini merupakan motor yang sulit. Kami bisa mengatakan bahwa saya mendapatkan motor yang bagus tahun depan, karena Ducati menawarkan Avintia dua motor GP17 jika saya tetap bertahan,” lanjut Baz. “Ini penyesalan terbesar saya, karena tidak bisa balapan di musim ini dengan motor yang bagus, untuk bisa melihat apa yang saya bisa benar-benar lakukan,” tuntas Baz.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Standar Shuttlecock Badminton

Efektivitas Serangan Barcelona Membuat Madrid Tak Berkutik

Ezechiel Bergabung, Ini Dua Pemain Asing Buruan Persib